Rabu, 17 Maret 2010

LAMUNAN SENJA

Jauh tatapan mataku nanar..
Ku lihat anggunnya hamparan langit
Menyungging senyumnya yang jingga merona…

Barat….
Mataku terfokus ke arah itu…
Senja….

Ya….kala itu senja datang menjemputku

Di balik indahnya senja
Kau menyimpan harapan
Banyak angan didalam benakmu…

Entahlah..
Sesaat senyuman itu datang
Di balik auramu yang suram

Semoga …
Lamunan itu
Mengisi ruang nestapamu
Dikala senja…..

Seberkas Kerinduan

Wahai Negeriku
Kau tampak Ayu dengan keragamanmu
Kau tampak Gagah dengan persatuanmu
Setetes darah dan peluh keringat
Sangat berarti dalam perjuanganmu
Tapi sayang…..
Semua hanya gambaran masa lalu

Kini ……
Hilang keceriaanmu
Kau diam seribu bahasa dalam tabir kebisuan
Kau bagai patung yang berjajar rapi
Di pulau dewata tanpa kata
Tatapanmu nanar
Wahai Negeriku
Kau tampak tak kuasa menawan semuanya

Wahai Negeriku
Mengapa kau tunjukkan amarahmu
Kau guncang bumi pertiwimu
Kau runtuhkan singgasanamu


Ku tahu kau murka
Dengan kesombongan dan keangkuhan rakyatmu
Mereka begitu asyik bercengkrama tanpa memperdulikanmu
Mereka gunakan fasilitasmu tanpa jelang waktu

Aku tahu kau sedih
Wahai Negeriku
Luapan air mata di telagamu
Bukti kesengsaraan batinmu
Wahai Negeriku
Seberkas kerinduanku
Akan aura cantik senyummu